tema yang pertama kali saya lontarkan adalah tema mengenai kegiatan perpolitikan nasional yang sedang berlangsung, karena hari itu adalah awal dimulainya kampanye terbuka. perbincangan di mulai dari memprediksikan partai mana yang dapat melewati ambang batas Parlemantary Threshold . setidaknya dari diskusi itu ada 5 partai politik yang kami prediksikan dapat melewati 2,5 % perolehan suara nasional yaitu
- partai Golkar
- partai PDI - P
- partai Demokrat
- partai KS
- partai Gerindra
pertama, buat Golkar pengaruhnya telah begitu lekat di kalangan masyarakat lapis bawah. hal ini lebih dikarenakan masyarakat pada lapis bawah masih dibayang - bayangi Pak Harto sebagai pendiri Golkar. percaya atau tidak masyarakat miskin masih mengharapkan dan akan memilih pak Harto seandainya pak Harto masih hidup dan ikut bertarung dalam pilpres. mereka tidak peduli dengan apa yang dituduhkan kepada pak Harto sebagai seorang Diktator 32 tahun. bagi mereka kehidupan yang layak dengan mudah dapat mereka rasakan. harga sembako yang murah, harga BBM yang murah, stabilitas keamanan dll hal. sehingga Golkar yang sekarang mewarisi hal itu sehingga tugas partai Golkar sekarang hanya menjaga bahwa Golkar sekarang memperjuangkan apa yang pernah partai Golkar dan pak Harto lakukan. sehingga dalam iklan politiknya yang disampaikan oleh Ketum Partai Golkar sekarang ada mengatakan "Dari dulu Golkar terus bersama rakyat bla....bla....." hal ini mentandaskan bahwa jangan lupakan Golkar yang dulu pernah menguasai Indonesia dan membuat Indonesia menjadi negara makmur dan disegani di mata Dunia.
kedua, PDI - P. saya sebenarnya sempat meragukan PDI - P tanpa adanya sosok Megawati seandainya beliau tidak menjabat lagi sebagai ketua umum. bagi saya dan teman - teman kekuasaan di tubuh partai ini tidak terdistribusi dengan baik dan merata seperti di Partai Golkar. kekuasaan di tubuh partai ini tersentral pada ibu Mega. sehingga untuk peluang yang lain untuk memimpin kedepan dirasa tidak akan bisa sebelum mbak Mega melepas jabatannya sebagai ketua umum PDI - P. hal itu telah membuat Roy BB Janis, kader PDI - P kala itu hengkang dan menyatakan kekecewaannya terhadap sistem yang ada di partainya. sehingga dia membentuk partai baru dengan nama Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP). yang uniknya terletak pada kepemimpinan partainya. mereka tidak menyebut pimpinan tertinggi dengan sebutan Ketua Umum Partai tetapi dengan sebutan Pimpinan Kolektif Partai. kembali ke PDI - P, partai ini pun dinilai pada tahun 1999 sebagai partai reformis karena mbak Mega sebagai pendirinya juga dikenal sebagai tokoh reformis yang banyak berseberangan pendapat dengan partai Golkar. jika anda ingat dengan peristiwa Malari maka PDI - P harus diakui sebagai partai yang mendukung reformasi. selain itu mbak Mega telah mengklaim bahwa partai ini adalah partainya "Wong Cilik". slogan ini mau tak mau telah membekas di hati rakyat kita sehingga slogan partai ini juga mengklaim dengan iklan "Mega Kembali Hidup Baik Kembali". kata - kata itu bagi saya amat menggetarkan sukma jiwa.
ketiga, Partai Demokrat (PD). sama halnya dengan PDI - P. bagaimana jadinya jika partai ini tanpa pak SBY. dalam setiap iklannya PD selalu membawa nama pak SBY. misalnya "Partai Demokrat bersama SBY atau Kan Partainya SBY" dll. menurut hemat saya dan teman - teman wajar jika PD membesarkan nama pak SBY. setidaknya ada dua alasan, pertama karena kebesaran nama pak SBY sebagai presiden dan kedua bisa jadi PD juga memperkenalkan calon presidennya sembari mengiklankan partainya. bagi saya dan teman - teman hal itu sangat menguntungkan partai yang mengembeli dirinya dengan nama pak SBY. sebab mengapa masyarakat yang merasakan adanya perubahan yang dibawa oleh pak SBY tentunya akan memilih PD. tapi itu juga bukan jaminan setidaknya ditengah tingginya minat golput. mengapa bisa begitu sebab orang mungkin suka kepada sosok tokoh partai yang dicalonkan sebagai capres tapi angka golput menunjukan alerginya masyarakat kepada partai. oleh sebab itu PD harus sedikit lebih giat lagi kemenangan akan didapatkan. syaratnya visi, misi dan programnya jelas jangan hanya bilang "Kan Partainya SBY"
keempat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS). partai ini juga patut dan harus di perhitungkan oleh partai - partai diatas. dengan membawa ide partai Islam dan model kepemimpinan yang "Samikna wa atoqna" Kami dengan dan kami taat telah berhasil melahirkan kader - kader partai yang memiliki militansi yang tinggi terhadap partai. bagi saya dan teman - teman keunikan partai ini terletak pada kaderisasinya dan kader yang dilahirkan oleh partai. berdasarkan pengalaman yang saya ketahui partai ini di isi oleh anak - anak muda yang kreatif dan inovatif. selain itu keunggulan partai ini memiliki basis massa yang jelas. hampir yang bisa saya tahu jika mereka mengatakan akan mengerahkan massa 1000 - misalnya dalam aksi - aksi demo - hampir bisa dipastikan akan ada kader dan simpatisan yang hadir 1000 sesuai yang dijanjikan. keunikan lainnya mereka ingin menampilkan bagaimana berpolitik islam yang santun dan sopan. hal lain yang membuat saya dan teman - teman yakin partai ini akan mampu menang adalah bahwa partai ini belum pernah sekalipun terkena kasus yang berkaitan dengan KKN. hal ini tentu akan mengudang simpatik banyak orang. dan sekarang partai yang dulunya merupakan partai yang terkesan eksklusif sekarang dengan bangga telah menghembuskan angin perubahan dengan mengatakan Kami terbuka. lihat saja iklan - iklan PKS akhir2 ini sedikit sekali simbol - simbol keagamaan seperti wanita yang mengenakan jilbab panjang atau pria yang berkoko. dalam iklan PKS sekarang wajah - wajah seperti anak2 Punk dan anak - anak ABG lainya menjadi ikon iklan mereka. itu sebabnya mereka menyebut dirinya Partai Kita Semua. semoga
kelimam Partai Gerindra. partai dengan Prabowo sebagai ketua umumnya telah merangsang masyarakat untuk melirik partai ini. apalagi masyarakat telah tahu siapa Prabowo, mantan Pangkostrad dan menantu presiden Soeharto. bukan saja berhenti kepada warisan masa lalu, program Gerindra yang dipilih adalah bahwa fokus kita adalah pertanian. suatu program yang masih layak jual mengingat hampir 80% bangsa ini adalah petani. hal lain adalah keyakinan Prabowo dengan menyebutkan jika memilih partai ini Indonesia yang dulunya Macan Asia akan dibangunkan lagi. bagi sebagian teman - teman yang sedang berdiskusi, mereka menilai ini merupakan pesan yang tersirat bahwa Indonesia akan dijadikan seperti zaman Pak Harto dengan gaya pencapaian yang sama seperti ketika pak Harto masih memerintah
tulisan ini hanyalah hasil dari sebuah diskusi kecil oleh saya dan teman - teman di kampus. semoga bisa menjadi bahas bacaan sebagai sebuah tambahan informasi. semoga berguna.
Kami Berdiskusi Anda Memutuskan. Jangan Golput

